Monday, October 22, 2012

Doaku untuk Lelaki yang Ku Cintai

Ya Allah,
Aku sungguh sangat bersyukur telah kau pertemukan aku dengan laki-laki seperti dia,
Tutur katanya yang lembut nan santun,
Kesabaran dan kecerdasan pikiran yang ia miliki,
Semuanya telah membuatku jatuh hati kepadanya,
Seandainya dia mengetahui bahwa aku adalah seseorang yang selama ini diam-diam mengaguminya,
Meskipun disisi lain aku sadar, bahwa belum saatnya aku terlalu dekat untuk mengenalnya..
Ini masih sebatas perkenalan, Kau pertemukan aku dengannya,
Perjalananku menuntut ilmu masih panjang,,

Sunday, October 21, 2012

Ajari Aku Kembali

Dua tahun hampir terlewat,
kenangan akan sikap bodohku masih terngiang di pikiran,
Rintihan tiap penyesalan kian membayang,
Kapankah semua ini akan terselesaikan?
Ingin rasanya ku kembalikan apa yang telah terampas oleh kemarahan,
Kemarahan bodoh yang telah menghentikan sebuah kisah pengajaran
Hingga membuatku kehilangan arah dan kepribadian
Sahabat, aku disini merasa kekeringan,
Kekeringan akan iman dan ketakwaan
Maafkan atas sikapku yang seolah tidak membutuhakan
Sirami aku kembali dengan air kesejukan
Agar aku tidak lagi tersesat dalam lembah kesesatan

Galau Menjelang Libur Panjang

Menikmati malam terakhir di kota Malang dengan kesendirian sebelum beranjak ke kota asal,
Perlahan ku daki tangga satu demi satu hingga ku temukan sebuah pintu pada ujungnya..
Ku buka pintu dengan pelan tak bersuara,
Ku pandangi langit yang mulai gelap gulita,

Saturday, October 20, 2012

Jalan-jalan ke Pasar Minggu Kota Malang

Pagi ini, Minggu 20 Oktober 2012. Aku bangun jam 4.30 pagi buat jalan-jalan. Kemarin aku berencana sama sodaraku satu kos buat jalan-jalan ke Pasar Minggu Malang. Niatnya kesana cuman mau nyariin keripik pedas maicih titipan dari sobat baikku di Trenggalek sekalian mau nurunin berat badanku yang 3 minggu terakhir ini kembali naik 2 kg, huhu sedih banget aku baru aja turun 6 kg malah naik lagi 2 kg.. Kami berangkat sekitar pukul 5.30. Jarak lokasinya sama Kos-kosanku lumayan jauh, jadi lumayan juga buat olahraga pagi. Sampai lokasi mungkin sekitar jam 6.00, aku nggak nyangka kalo disitu ternyata udah rame banget padahal kalo menurut aku jam segitu masih tergolong pagi banget.

Dies Natalis Universitas Negeri Malang ke 58


Kemarin malam tepatnya tanggal 19 Oktober 2012, kampusku yaitu UM Malang ngerayain acara Dies Natalis yang ke-58 di Graha Cakrawala UM. Temen-temenku banyak yang dateng nonton, katanya kalo mau dateng harus bawa undangan yang diambil dari gedung A3 UM gratis dan di acaranya juga dapet makan gratis. Gara-gara itu aku jadi kepengen ikutan dateng, lumayan dapet makan gratis, *haha jiwa anak kostnya keluar nih... Tapi ternyata, kata salah temenku undangannya udah habis.. Yah.. terpaksa aku harus gigit jari.. Pulang dari kampus temenku tiba-tiba ngetuk pintu kamarku, dia minta tolong kalo besok pagi aku disuruh nganterin dia ke kampus buat acara KKL ke Surabaya, dan aku setuju. Setelah itu di tiba-tiba ngajakin aku buat nonton Dies Natalis UM, aku bilang kalo aku nggak punya undangan, tapi ternyata temennya ada yang punya undangan tapi orangnya  nggak dateng..

Thursday, October 18, 2012

Bintangku

Satu persatu bintang menghilang,
Tak menampakkan cahayanya setitikpun,
Entah karena awan enggan memberinya sela sebagai tempat untuk menampakkan cahaya sang bintang atau mungkin karna hujan akan segera datang membasahi bumi yang ku pijaki malam ini,
Wahai angin, sampaikanlah kepada satu bintang yang selalu menemani malam-malamku seorang diri, bahwa aku ingin melihatnya malam ini,
Aku ingin cahaya terangnya selalu mengikuti kemanapun langkahku pergi,
Aku tak ingin dia menghilang hingga mentari esok datang,
Karna akan sangat menyakitkan bila ternyata esok aku harus tahu bahwa dia sudah tak lagi ada di sini menemaniku yang hanya seorang diri..

Individualis atau Terindividualiskan


Pelajaran yg dapat kuambil hari ini tanggal 15 Oktober 2012 adalah mendahulukan perasaan teman itu lebih indah daripada harus mendahulukan perasaan dan emosiku. Meskipun aku dibuang untuk bergabung disebuah kelompok tugas, aku nggak boleh mendahulukan emosiku untuk menolak teman lain yang mau bergabung dalam kelompokku. Sesakit apapun hatiku saat kalian bilang aku individualis, aku mengerti itu karena kalian nggak pernah merasakan apa yg aku rasakan tadi.. Aku minta maaf untuk peristiwa keributan yg tadi.